Logo Image Logo Image Logo Image
Pilih bahasa : 
WhatsApp Instagram Call Directions News

Parents Testimony Pak T


Nama saya T, ayah tunggal dari 2 orang anak, M dan C. Sekarang M sedang berkuliah di Yogya Film Academy dan telah membuat beberapa film pendek, sedangkan C sekarang sedang melanjutkan pendidikannya di SMA di Yogya.

Tahun 2009, kami sekeluarga pindah ke Medan, dan saya menyekolahkan kedua anak saya ke CKS dari tahun 2009 sampai 2010. M masuk di kelas 7 sedangkan C masuk di kelas 2 SD. Meskipun hanya 3 semester, tetapi masa sekolah mereka di CK memberikan dampak luar biasa terhadap pendidikan dan hidup mereka.

Ketika kami pindah ke Medan, saya memiliki situasi yang sulit dengan M karena dia sangat skeptis dengan sekolah. Penyebabnya adalah perundungan dan kekerasan fisik di setiap tahun dan di setiap sekolah yang dia masuki. Contohnya seperti mencubit, memukul dengan penggaris, menendang dengan ujung sepatu, memukul jidat dan lain sebagainya. M berpindah sekolah sebanyak 4 kali untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya. Hal ini membuatnya meyakini bahwa sekolah adalah mimpi buruk, sebuah pemikiran yang sangat berbanding terbalik dibandingkan ketika dia pertama kali melangkahkan kaki ke taman kanak-kanak.

Setiap hari saya membacakan M cerita sebelum tidur di 5 tahun pertama hidupnya untuk merangsang niat membacanya. Dia meminta untuk diajari membaca tetapi saya memintanya untuk menunggu sampai dia memasuki taman kanak-kanak. Alhasil, dia memiliki motivasi yang sangat tinggi ketika memasuki taman kanak-kanak. Namun, tahun demi tahun, setiap guru merusak motivasinya. Saya sampai berkata pada diri saya sendiri bahwa “Mungkin guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi beberapa di antaranya adalah penjahat yang tak kentara”.

Tetapi CKS mengubah pemikirannya!

Setelah 3 semester, M mendapatkan kembali motivasinya untuk belajar, pandangannya mengenai sekolah dan pendidikan juga berubah. CKS menyelamatkan anak saya dari konsep pendidikan yang merusak. Karena saya melihat dan menyaksikan, selama SD, kepercayaan dirinya dihancurkan oleh banyak guru. Namun 3 semester di CKS dapat mengembalikan kepercayaan dirinya. Setelah dari CKS, dia tumbuh menjadi seorang remaja yang menurut saya jauh lebih mandiri daripada anak-anak seusianya. Dia melanjutkan SMA di Yogya, tinggal sendirian, merawat diri dan pergi ke dokter sendirian. Dia sangat mandiri. Saya yakin hal ini juga dipengaruhi oleh kedekatan M dengan guru-gurunya di CKS. Dia sering heran “Kok guru bisa menjadi seperti teman?” Mengobrol, ledek-ledekan, mau dikritik, rangkulan dan lain-lain. Bahkan, pernah suatu saat, swaktu masih di Medan, saya jatuh sakit dan harus pergi berobat sendiri dari pagi sampai sore. Karena saya tidak bisa hubungi M jadi begitu khawatir. Yang terjadi kemudian adalah, saat saya pulang, M sedang mengobrol di rumah bersama wali kelasnya, Pak Simanjuntak (kalau saya tidak salah ingat). Bayangkan, seorang wali kelas mendampingi muridnya di luar jam kelas agar muridnya tidak risau tentang keberadaan ayahnya. Itu sesuatu yang luar biasa. Sangat personal dan membuat M berubah pandangan terhadap guru, sekolah, dan pendidikan.

Sangat berbeda dengan guru SD dia yang sangar, jaga wibawa, gengsi, bertingkah seperti raja, anti kritik, mudah marah, bersikap sesuka hati, dan tidak berperasaan terhadap siswanya. Suatu hal yang sangat sering kita temui di sekolah tradisional. Anda tidak bisa membayangkan mimpi buruk apa yang akan terjadi apabila M tidak mengalami hal-hal positif di CKS.

Pengaruh guru dapat mendorong siswa untuk memiliki motivasi yang positif atau negatif. Dalam hal ini, kami mendapatkan yang positif. Untuk itu saya berterima kasih kepada CKS karena telah meng-restore hal-hal yang baik dan bagus ke dalam diri anak-anak saya. Jika saya tidak menuliskan hal ini, tidak ada seorang pun yang akan tahu bahwa CKS telah menyelamatkan seorang anak dari persepsi yang salah tentang pendidikan, guru, sekolah, dan kehidupan secara keseluruhan. Fondasi belajar dan mengajar yang salah akan merusak hidup anak.

Saya berharap tulisan saya ini bisa membuat para guru dan staff CKS memahami bahwa dampak yang mereka miliki sangat luar biasa. Sama luar biasanya seperti dampak negatif yang diberikan para guru di keempat sekolah dia sebelumnya dulu. Namun, guru-guru dan staff CKS memberikan dampak yang positif. Kenapa saya bilang guru dan staff? Karena dari satpam, receptionist, office boys and girls, semua orang di CKS bersikap dalam suatu kemiripan yang sama, yaitu ramah, komunikatif, efektif, membantu, dan tulus. C pernah bilang, “Di CK enak, receptionistnya saja ramah”. Semua anak, semua manusia adalah mahluk pembelajar. Mereka pun belajar dari sikap orang di sekitar. Bahkan C belajar dari seorang receptionist.

Saya memang orang tua yang tidak begitu tradisionalis, karena saya tidak mematok nilai-nilai akademik pada anak-anak saya. Saya melihat CKS sudah bergerak ke arah keseimbangan cognitive, psychomotoric, dan affective JAUH sebelum sekolah lain ramai melakukannya.

Sekali lagi saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih saya sebagai orang tua murid yang pernah bersekolah di CKS, karena pupuk dan perawatan yang kalian lakukan atas anak-anak saya berbuah luar biasa dan akan terus berkembang. Sangat mungkin sekali hal yang sama akan terjadi pada murid yang lain. Maka tetaplah berkarya memupuk dan merawat siswa-siswa CKS. Semoga CKS selalu berkembang dan memberikan banyak kontribusi kepada banyak keluarga untuk masa depan anak dan generasi penerus yang lebih baik.

T (Ayah dari M dan C)

06.jpg

Sorry no other entries yet, please check back later.

Return to Testimony